Assalamualaikum
Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua. Semoga kalian dalam keadaan yang sehat dan sedang bersiap untuk memperjuangkan mimpi-mimpi keren kalian.
Saat ini 10
November 2016. Sudah berapa tahun yang berlalu semenjak ribuan pemuda gugur di
ribaan bendera?
Banyak
pemuda yang mengalami hari-hari buruk untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri
ini. Bahkan Bung Hatta menunda untuk menikah sebelum negeri ini merdeka. Mereka
dengan tulus ingin memperjuangkan kehidupan yang layak untuk Indonesia, ya
untuk kita.
Sekedar
mengingatkan saja, dulu sebelum negeri ini merdeka banyak anak yang kehilangan
ayahnya atau ibunya, istri kehilangan suaminya, ibu kehilangan anaknya, kekasih
kehilangan orang yang dicintainya, anak kehilangan kesempatan untuk merasakan
gendongan ayahnya, anak kehilangan kesempatan untuk mencium tangan orang
tuanya, wanita kehilangan kesempatan untuk memasakkan makanan kesukaan
kekasihnya dan bahkan anak kehilangan kesempatan untuk menguburkan jasad
ayahnya karena dibuang entah kemana. Bisa kalian bayangkan itu? Itu bahkan
belum sepenuhnya tersebut kehilangan seperti apa lagi yang pernah mereka
rasakan.
Kita
sebagai mahasiswa Psikologi yang memiliki rasa empati lebih tinggi mungkin akan
bisa memahami tulisan ini. Tidak, bukan hanya mahasiswa Psikologi saja,
seharusnya semua manusia yang hidup di negeri ini harus bisa memahami ini.
Harus bisa memahami sekeras apa dulu pahlawan-pahlawan memperjuangkan udara
yang merdeka ini. Memperjuangkan udara yang bebas dari anyir darah kesedihan.
Ya, harus bisa.
Pahlawan
atau tidak seseorang itu tergantung bagaimana kita bersikap sekarang. Kenapa
begitu?
Bagaimana
sikap kita saat ini? Saya rasa akan percuma jika kita tidak menghargai apa
yang mereka perjuangakan dulu. Semua tergantung bagaimana kita mengambil hikmah
dari kejadian di masa lalu, bagaimana kita juga menghargai apa yang mereka
perjuangkan mati-matian, bagaimana kita melanjutkan perjuangan mereka dan
sebagainya. Mereka tidak akan bisa berteriak dan meminta untuk dihargai sebagai
pahlawan atas apa yang telah mereka lakukan. Ya, semua tergantung kita bersikap
saat ini.
Maka dari
itu teman-teman yang saya cintai, marilah kita menumbuhkan kecintaan terhadap
mereka, marilah kita sama-sama saling mengingatkan bagaimana dulu mereka
berjuang tanpa pamrih dan marilah kita melajutkan perjuangan mereka.
Saya
menawarkan cara kepada kalian agar bisa membuat ajakan saya tidak terlalu
berat. Kalian bisa membaca buku-buku yang membahas sejarah kemerdekaan
Indonesia atau buku-buku yang menceritakan pahlawan-pahlawan kita. Kalian akan
dibuat jatuh cinta berkali-kali kepada pahlawan-pahlawan Indonesia dan kepada
negeri ini. Seperti yang telah saya alami, saya merasa bangga dapat mengenal
mereka walau hanya dari tulisan-tulisan orang yang mungkin jatuh cinta juga
kepada mereka. Karena saat kita mengetahui bagaimana sulitnya mereka berjuang
itu akan membuat kita menghargai apa yang mereka perjuangkan dulu.
Tidak perlu
terburu-buru untuk mengubah seluruh negeri ini menyadari perjuangan mereka.
Mulailah dari diri kalian, semoga setelah ini kalian berani untuk membulatkan
niat dan melangkahkan kaki untuk mempelajari sejarah negeri ini. Semoga kalian
bisa jatuh cinta kepada mereka dan negeri ini, sehingga kalian akan menghargai kemerdekaan
ini dan berusaha sekuat tenaga untuk membanggakan negeri ini dengan cara
kalian.
Selamat
Hari Pahlawan.
Semoga
mereka semua mendapatkan tempat terbaik disisi tuhannya.
Amiin.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Windy Senja Hoshi, orang
yang jatuh cinta berkali-kali pada Pahlawan dan Negerinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar