Laman

Rabu, 09 November 2016

Pahlawan Atau Tidak, Tergantung Kalian

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua. Semoga kalian dalam keadaan yang sehat dan sedang bersiap untuk memperjuangkan mimpi-mimpi keren kalian.
Saat ini 10 November 2016. Sudah berapa tahun yang berlalu semenjak ribuan pemuda gugur di ribaan bendera?
Banyak pemuda yang mengalami hari-hari buruk untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Bahkan Bung Hatta menunda untuk menikah sebelum negeri ini merdeka. Mereka dengan tulus ingin memperjuangkan kehidupan yang layak untuk Indonesia, ya untuk kita. 
Sekedar mengingatkan saja, dulu sebelum negeri ini merdeka banyak anak yang kehilangan ayahnya atau ibunya, istri kehilangan suaminya, ibu kehilangan anaknya, kekasih kehilangan orang yang dicintainya, anak kehilangan kesempatan untuk merasakan gendongan ayahnya, anak kehilangan kesempatan untuk mencium tangan orang tuanya, wanita kehilangan kesempatan untuk memasakkan makanan kesukaan kekasihnya dan bahkan anak kehilangan kesempatan untuk menguburkan jasad ayahnya karena dibuang entah kemana. Bisa kalian bayangkan itu? Itu bahkan belum sepenuhnya tersebut kehilangan seperti apa lagi yang pernah mereka rasakan.
Kita sebagai mahasiswa Psikologi yang memiliki rasa empati lebih tinggi mungkin akan bisa memahami tulisan ini. Tidak, bukan hanya mahasiswa Psikologi saja, seharusnya semua manusia yang hidup di negeri ini harus bisa memahami ini. Harus bisa memahami sekeras apa dulu pahlawan-pahlawan memperjuangkan udara yang merdeka ini. Memperjuangkan udara yang bebas dari anyir darah kesedihan. Ya, harus bisa.
Pahlawan atau tidak seseorang itu tergantung bagaimana kita bersikap sekarang. Kenapa begitu?
Bagaimana sikap kita saat ini? Saya rasa akan percuma jika kita tidak menghargai apa yang mereka perjuangakan dulu. Semua tergantung bagaimana kita mengambil hikmah dari kejadian di masa lalu, bagaimana kita juga menghargai apa yang mereka perjuangkan mati-matian, bagaimana kita melanjutkan perjuangan mereka dan sebagainya. Mereka tidak akan bisa berteriak dan meminta untuk dihargai sebagai pahlawan atas apa yang telah mereka lakukan. Ya, semua tergantung kita bersikap saat ini.
Maka dari itu teman-teman yang saya cintai, marilah kita menumbuhkan kecintaan terhadap mereka, marilah kita sama-sama saling mengingatkan bagaimana dulu mereka berjuang tanpa pamrih dan marilah kita melajutkan perjuangan mereka.
Saya menawarkan cara kepada kalian agar bisa membuat ajakan saya tidak terlalu berat. Kalian bisa membaca buku-buku yang membahas sejarah kemerdekaan Indonesia atau buku-buku yang menceritakan pahlawan-pahlawan kita. Kalian akan dibuat jatuh cinta berkali-kali kepada pahlawan-pahlawan Indonesia dan kepada negeri ini. Seperti yang telah saya alami, saya merasa bangga dapat mengenal mereka walau hanya dari tulisan-tulisan orang yang mungkin jatuh cinta juga kepada mereka. Karena saat kita mengetahui bagaimana sulitnya mereka berjuang itu akan membuat kita menghargai apa yang mereka perjuangkan dulu.
Tidak perlu terburu-buru untuk mengubah seluruh negeri ini menyadari perjuangan mereka. Mulailah dari diri kalian, semoga setelah ini kalian berani untuk membulatkan niat dan melangkahkan kaki untuk mempelajari sejarah negeri ini. Semoga kalian bisa jatuh cinta kepada mereka dan negeri ini, sehingga kalian akan menghargai kemerdekaan ini dan berusaha sekuat tenaga untuk membanggakan negeri ini dengan cara kalian.
Selamat Hari Pahlawan.
Semoga mereka semua mendapatkan tempat terbaik disisi tuhannya.
Amiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Windy Senja Hoshi, orang yang jatuh cinta berkali-kali pada Pahlawan dan Negerinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar